Sabtu, 21 September 2013

SEPUTAR QURBAN bagian ke 1



SEPUTAR QURBAN
bagian ke 1


KEUTAMAAN QURBAN
Dalam Kitab Sunan Tirmidzi juz III halaman 26, cetakan ke II tahun 1403 H – 1983 M Daar al Fikr, nomor hadits 1526 / juz IV halaman 83, nomor hadits 1493, maktabah syamilah

حَدَّثَنَا أَبُوْ عَمْرٍو مُسْلِمُ بْنُ عَمْرٍو الْحَذَّاءُ الْمَدَنِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ نَافِعٍ الصَّابِغُ أَبُوْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي الْمُثَنَّى عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ اَبِيْه عَنْ عَائِشَةَ : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ 
مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ اَحَبَّ اِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمٍ اِنَّهَا لَتَأْتِى يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِقُرُوْنِهَا وأَشْعَارِهَا وَ اَظْلاَفِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ قَبْلَ اَنْ يَقَعَ مِنَ اْلاَرْضِ فَطِيْبُوْا بِهَا نَفْسًا

“….dari Aisyah, sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersanbda: “Tidak beramal anak Adam pada hari Nahr ('Iedul Adha) yang paling disukai Allah selain daripada mengalirkan darah (menyembelih qurban). Qurban itu akan datang kepada orang-orang yang melakukannya pada hari qiyamat dengan tanduk rambut  dan kukunya. Darah qurban itu lebih dahulu jatuh ke suatu tempat yang disediakan Allah sebelum jatuh ke atas tanah. Oleh sebab itu, berqurbanlah dengan senang hati.”
هَذَا حَدِيْثٌ حَسَنٌ غَرِيْبٌ
Ini hadits hasan gharib
Link Sunan Tirmidzi:
http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=2&ID=1413


Dalam Kitab Hasyiyah Asy Syarqaawi ‘alaa Tuhfatiththullaab berikutnya: 

وَذَكَرَ الرَّافِعِيُّ وَابْنُ الرِّفْعَةِ حَدِيثَ عَظِّمُوا ضَحَايَاكُم فَإِنَّهَا عَلَى الصِّرَاطِ مَطَايَاكُمْ وَهُوَ فِيْ مُسْنَدِ الْفِرْدَوْسِ لِأَبِيْ مَنْصُوْرٍ الدَّيْلَمِيْ لَكِنْ بِلَفْظِ اِسْتَفْرِهُوْ بَدَلَ عَظِّمُوْا


Imam Rafi’i dan Imam Ibnurrurrif’ah menuturkan hadits:
“Besarkanlah hewan-hewan qurban kalian, karena sesungguhnya hewan itu akan menjadi tumpangan kalian di shirath”
Hadits ini dalam Musnad Firdaus li Abii Manshuur ad Dailami, akan tetapi dengan lafazh:
ISTAFRIHUU (pilihlah yang bagus)
sebagai pengganti lafazh:
‘AZHZHIMUU (besarkanlah)


Tentang Shirath
Imam Muslim meriwayatkan dalam Kitab Shahihnya Juz I halaman 115 hadits nomor 472:

ثُمَّ يُضْرَبُ الْجِسْرُ عَلَى جَهَنَّمَ وَتَحِلُّ الشَّفَاعَةُ وَيَقُوْلُوْنَ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ  قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا الْجِسْرُ قَالَ  دَحْضٌ مَزِلَّةٌ فِيْهِ خَطَاطِيْفُ وَكَلَالِيْبُ وَحَسَكٌ تَكُوْنُ بِنَجْدٍ فِيْهَا شُوَيْكَةٌ يُقَالُ لَهَا السَّعْدَانُ فَيَمُرُّ الْمُؤْمِنُوْنَ كَطَرْفِ الْعَيْنِ وَكَالْبَرْقِ وَكَالرِّيْحِ وَكَالطَّيْرِ وَكَأَجَاوِيْدِ الْخَيْلِ وَالرِّكَابِ فَنَاجٍ مُسَلَّمٌ وَمَخْدُوْشٌ مُرْسَلٌ وَمَكْدُوْسٌ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ.

Kemudian di bentangkan jembatan di atas Jahannam, dan berlakulah syafa'at pada saat itu, mereka berguman; “ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.” Ada yang bertanya; 'wahai Rasulullah, apakah jembatan itu?” beliau menjawab; “tempat yang licin yang dapat menggelincirkan, disana terdapat besi-besi pencakar, besi-besi pengait dan ia mempunyai duri yang membahayakan seperti yang ada di Najed, yang biasa disebut pohon Sa’dan. Maka orang-orang mu'min akan melewatinya seperti kedipan mata, seperti kilat, seperti angin, seperti burung, seperti kuda-kuda yang berlari kencang, dan hewan tunggangan. Maka orang muslim akan ada yang selamat, ada yang tercabik-cabik tertunda dan ada yang terlempar kedalam neraka jahannam
Link Shahih Mulim:
http://hadith.al-islam.com/Page.aspx?pageid=192&BookID=25&PID=340

Wallaahu A’lam
Bersambung, Insya Allah